Definisi
Dokumen awal aktivitas Pekan Kaizen. Tujuh hal wajib tersedia—jika satu saja tidak ada, Pekan Kaizen tidak boleh dimulai: alasan perlunya kegiatan, kondisi saat ini, kondisi masa depan, cakupan, di luar cakupan, rencana harian, dan rencana keberlanjutan; daftar peserta dicatat secara terpisah dan tidak termasuk dalam tujuh persyaratan wajib tersebut.
Memahami konsep ini
Piagam Kaizen Week adalah dokumen awal kegiatan Kaizen Week. Dokumen ini menetapkan alasan perlunya kegiatan, kondisi saat ini, sasaran masa depan, ruang lingkup kegiatan (masing-masing mencakup ruang lingkup yang termasuk dan tidak termasuk), rencana harian, serta rencana pemeliharaan—tujuh hal seluruhnya, dan kegiatan tidak boleh dimulai jika ada yang kurang. Daftar peserta juga harus dicatat (lihat aturan ukuran tim pada Kartu Alat Kaizen Week), tetapi tidak termasuk dalam tujuh gerbang wajib tersebut; cara penghitungannya terpisah dari daftar tujuh hal. Piagam ini mengatasi masalah sasaran kegiatan Kaizen Week yang tidak jelas, ruang lingkup yang tidak terkendali, dan tanggung jawab yang tidak jelas. Mirip dengan piagam proyek, tetapi lebih berfokus pada kegiatan jangka pendek dan berintensitas tinggi, yaitu Kaizen Week. Hasilnya adalah dokumen yang disetujui tim, sebagai dasar pelaksanaan Kaizen Week dan tolok ukur evaluasi selanjutnya.
Contoh skenario bisnis
Sebelum mengadakan pekan Kaizen untuk menurunkan tingkat cacat lini produksi, pemimpin tim Kaizen mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk menyusun piagam bersama: kondisi saat ini adalah tingkat cacat 5%, targetnya diturunkan menjadi 2%, cakupannya dibatasi pada proses perakitan dan tidak mencakup masalah bahan masuk, pelaksanaannya direncanakan selama lima hari, jadwal kegiatan harian dicantumkan, dan setiap peran ditetapkan. Rencana keberlanjutan juga dicantumkan: pemimpin tim meninjau tingkat cacat setiap minggu, dan kegiatan baru dianggap selesai setelah target tercapai selama empat minggu berturut-turut. Piagam ini dipublikasikan pada hari pertama pekan Kaizen untuk memastikan semua anggota memahami target dan menjadi acuan koreksi saat terjadi perluasan cakupan selama pelaksanaan.