ABSAI Business SystemPusat bantuan
Bahasa Indonesia
中文Englishहिन्दीEspañolالعربيةFrançaisবাংলাPortuguêsBahasa Indonesiaاردو日本語한국어Tiếng Việt
Masuk ke sistem ↗
ABS KNOWLEDGE LIBRARY

Aliran proses/kausalitas/CNX/SOP

← Semua istilah
PF/CE/CNX/SOP

Definisi

Kombinasi diagram aliran proses, diagram sebab-akibat, klasifikasi variabel (CNX), dan prosedur kerja standar merupakan inti model perbaikan proses VRK.

Memahami konsep ini

Kombinasi diagram aliran proses (PF), diagram sebab-akibat (CE), klasifikasi variabel (CNX), dan prosedur kerja standar (SOP) merupakan rangkaian alat inti model perbaikan proses VRK. Dengan memvisualisasikan langkah-langkah proses dan menganalisis hubungan sebab-akibat, variabel dibagi menjadi tiga kategori: konstan (C), noise (N), dan variabel eksperimen (X). Selanjutnya, SOP digunakan untuk menetapkan variabel noise (N) yang berfluktuasi seiring waktu sebagai variabel konstan (C), sehingga pemborosan dan variasi dapat dihilangkan secara sistematis; pada tahap VRK, X umumnya tidak dipilih. Model ini mengatasi masalah “kurangnya analisis terstruktur dalam perbaikan proses”. Berbeda dari penggunaan diagram tulang ikan atau diagram aliran proses secara terpisah, model ini menekankan siklus tertutup yang lengkap, dari analisis hingga standardisasi. Hasil yang umumnya dihasilkan: diagram aliran proses yang telah diperbaiki, tabel analisis sebab-akibat, daftar klasifikasi variabel, dan SOP yang diperbarui.

Contoh skenario bisnis

Sebuah pabrik perakitan elektronik mendapati tingkat cacat pengelasan di satu stasiun kerja tinggi. Tim terlebih dahulu menggambar peta aliran proses untuk mengidentifikasi langkah-langkah penting, lalu menggunakan diagram sebab-akibat untuk menganalisis kemungkinan penyebab dari aspek manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Berikutnya, mereka menggunakan CNX untuk mengklasifikasikan variabel: suhu pengelasan yang berfluktuasi seiring waktu dicatat sebagai variabel noise (N), sedangkan hal yang pada dasarnya tetap, seperti model peralatan, dicatat sebagai konstanta (C). Untuk suhu pengelasan sebagai variabel N, tim menetapkan pekerjaan standar agar suhu tersebut terkendali dan menjadi C, lalu melatih karyawan untuk menerapkannya. Dua minggu kemudian, tingkat cacat turun signifikan dan SOP juga diperbarui.