ABSAI Business SystemPusat bantuan
Bahasa Indonesia
中文Englishहिन्दीEspañolالعربيةFrançaisবাংলাPortuguêsBahasa Indonesiaاردو日本語한국어Tiếng Việt
Masuk ke sistem ↗
ABS KNOWLEDGE LIBRARY

Sistem Kursus dan Matriks Pemilihan Kursus

← Semua istilah
DBS Curriculum & Tool Selection by Function

Juga disebut:Matriks pemilihan mata kuliah · Panduan pemilihan mata kuliah · Sistem kursus · Tool Selection by Function · Daftar lengkap kursus DBS

Definisi

Dokumen resmi yang mengaitkan kursus DBS dengan posisi kerja tertentu—14 fungsi, 36 posisi, 164 baris. Nama kursus disusun menurut urutan belajar yang disarankan; setiap kursus dikaitkan dengan satu kualifikasi pengajar (Master Black Belt 128 baris / Instruktur Bersertifikat 34 baris / Tidak diperlukan 2 baris).

Memahami konsep ini

Sistem kurikulum dan matriks pemilihan mata kuliah adalah dokumen resmi yang mengaitkan mata kuliah DBS dengan jabatan tertentu. Dokumen ini mencakup 14 fungsi, 36 jabatan, dan 164 baris catatan mata kuliah, disusun berdasarkan urutan studi yang disarankan serta mencantumkan kualifikasi pengajar untuk setiap mata kuliah. Dokumen ini menjawab pertanyaan “siapa perlu mempelajari apa dan dalam urutan apa”, sehingga menghindari pelatihan yang dilakukan secara sembarangan. Perbedaannya dengan program pengembangan kepemimpinan (leadership-program) adalah bahwa program tersebut merupakan kombinasi mata kuliah untuk kelompok tertentu, sedangkan matriks mencakup semua jabatan. Hasilnya adalah daftar mata kuliah pilihan untuk setiap jabatan dan dasar perencanaan pelatihan.

Contoh skenario bisnis

Manajer operasional yang baru menjabat perlu segera memahami pelatihan wajib untuk posisinya. Spesialis pelatihan memeriksa matriks kursus dan mendapati bahwa posisi tersebut harus menempuh Pengantar Kepemimpinan DBS, Manajemen Harian, 5S, Quick Changeover, dan Kerja Standar secara berurutan. Berdasarkan hal itu, rencana pengembangan individu disusun dan pengajar berkualifikasi ditugaskan. Pada akhirnya, manajer tersebut menyelesaikan pembelajaran secara berurutan, sehingga bentrok jadwal kursus dan pelatihan berulang dapat dihindari.