ABSAI Business SystemPusat bantuan
Bahasa Indonesia
中文Englishहिन्दीEspañolالعربيةFrançaisবাংলাPortuguêsBahasa Indonesiaاردو日本語한국어Tiếng Việt
Masuk ke sistem ↗
ABS KNOWLEDGE LIBRARY

Prosedur Manajemen Material Danaher (Sistem Aliran Material)

← Semua istilah
DMP Danaher Materials Process

Juga disebut:Sistem tarik material · Material Pull System · Sistem Aliran Material · DMS · Danaher Materials System · Sistem Material Danaher · LMF · Lean Material Flow

Definisi

Tentukan metode pengisian ulang yang paling efektif untuk setiap material, serta proses pengelolaan material yang mencapai keseimbangan terbaik antara persediaan/biaya/kompleksitas/pengiriman kepada pelanggan.

Memahami konsep ini

DMP (Program Manajemen Material Danaher) adalah metode sistematis untuk memilih cara pengisian ulang yang paling efektif bagi setiap jenis material, dengan tujuan mencapai keseimbangan optimal antara persediaan, biaya, kompleksitas, dan pengiriman kepada pelanggan. DMP mengatasi masalah aliran material dari pemasok hingga lini produksi dengan menggantikan produksi tradisional berbasis sistem dorong melalui metode seperti sistem tarik, kanban, dan heijunka, sehingga mengurangi produksi berlebih dan penumpukan persediaan. Dibandingkan sistem kanban, cakupan DMP lebih luas: mencakup seluruh sistem aliran material, termasuk strategi pengisian ulang, manajemen persediaan, dan koordinasi dengan pemasok. Output-nya biasanya mencakup strategi aliran material, perhitungan jumlah kanban, proses pengisian ulang, dan rencana manajemen persediaan.

Contoh skenario bisnis

Saat pabrik menghadapi masalah persediaan berlebih, kekurangan material yang sering terjadi, atau pengiriman yang tidak tepat waktu, proyek DMP dapat dimulai. Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur elektronik mendapati perputaran persediaan bahan bakunya lambat, tetapi material penting sering kehabisan stok. Dengan menerapkan DMP, tim menganalisis pola konsumsi setiap material, menentukan metode pengisian ulang yang sesuai (seperti kanban atau pengisian ulang berkala), dan merancang sistem tarik. Pada akhirnya, aliran material menjadi lancar, tingkat persediaan dioptimalkan, kekurangan material berkurang, dan kinerja pengiriman membaik.